Dalil-Dalil Syar’i

Definisi:

Dalil menurut bahasa berarti penunjuk (petunjuk) kepada sesuatu yang kongkrit (hissi) atau abstrak (ma’nawi) dalam kebaikan maupun kejelekan.

Sedangkan menurut istilah Para ushuliyun mendefinisikan dalil sebagai sesuatu yang mungkin bisa dijadikan dasar berfikir yang benar untuk mencapai sesuatu yang bersifat khabary (informatif).

Adapun secara syar’i dalil berarti segala sesuatu yang dapat menghasilkan suatu hukum syar’i yang bersifat praktis.

Pembagiannya:

1.      Dali-dalil yang disepakati Ulama’ yang wajib diikuti, serta harus tertib dalam pelaksanaannya sesuai derajat pengambilan dalilnya yaitu, dimulai dari Al Quran, kemudian Sunnah, kemudian Ijma dan selanjutnya Qiyas. Dasarnya adalah firman allah dalam surat An Nisa’: 59. dan hadist Mu’ad bin Jabal ketika diutus oleh rasul ke yaman, begitu juga yang terjadi dalam kekhilafahan Abu Bakar dan Umar bin Khatab dalam menentukan hukum syar’I.

2.      Dalil-dalil yang diperselisihkan para ulama ada tujuh yaitu: Istihsan, Mashalih Mursalah, Istishab, ‘Urf, Mazhab Shahabi, dan Saddu dharoi’

Dalil-dalil Syar’I juga ada yang bersifat Naqliyah atau Aqliyah:

1.      Dalil Naqliyah adalah Al Qur’an, Sunnah, Ijma’, Urf, Syar’u Man Qablana dan Madzhab Shahabi.

2.      Dalil Aqliyah adalah dalil yang bersumber dari akal manusia sehingga terlahirlah Qiyas, Mashalih Mursalah, Istihsan, Istishab, dan Saddu dharoi’. Dapat disebut juga sebagai dalil-dalil yang tidak berdiri sendiri (laisat aslant mustaqilan), sehingga memerlukan bantuan dari inti dalil syar’I yaitu Al Qur’an, sunnah dan ijma’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: